CT55. SUMPAH MASA

12 Apr

Assalaamu’alaikum Warahamatullahi Wabarakaatuh


DEMI MASA. Satu ingatan yang cukup hebat dari Allah SWT buat makhluk yang bernama MANUSIA. Hanya manusia sahaja yang faham makna MASA dan kepentingan MASA kepada mereka. Mengapa Allah swt bersumpah dengan MASA ? MASA dibicarakan secara serius oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam surah al-Ashr yang HANYA mengandungi  3 ayat.

Subhanallah wa Masya Allah. Jika difahami dan dimengertikan dengan akal juga hati, pasti mengundang ketaqwaan dan tunduk kepada kehebatan Allah SWT yang mencipta MASA. Mari dan cuba hayati serta fikirkan sendiri maksud satu persatu tentang hebatnya rangkai kata kalam Allah SWT buat kita- MANUSIA yang BERFIKIR.


Malahan Allah SWT juga bersumpah dengan nama daripada makhluk-makhluk besar dan hebat ciptaan-Nya yang lain seperti Asy-Syam (Matahari), Adh-Dhuha (cahaya waktu pagi), al-Qamar (Bulan), an-Nahaar (Siang), Al-Lail (Malam), as- Samaa’ (langit), al-Ardh (Bumi), al-Buruj (gugusan bintang)  dan banyak lagi. Kenapa ?

Ya…saya yakin anda tahu sebabnya bukan? Kerana… semua makhluk tersebut sangat relevan dengan MASA.  Hanya Allah SWT sahaja yang mampu mencipta, mengawal peredaran dan perjalanan mereka melalui orbit yang diatur secara SUNATULLAH. Allah SWT mengingatkan kita melalui “mereka” tentang MASA.

MASA adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat penting.  “Demi MASA” – satu bentuk sumpah yang mengkagumkan. Allah bersumpah dengan MASA yang melekat kepada kehidupan manusia dan semua makhluk  ciptaannya. Tiada yang terlepas dari MASA.

Terdapat tanggungjawab di dalamnya.  “Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian” – jika kita leka dan terbuai santai oleh warna warni dunia ini tanpa memahami tiap wujudnya kitaran masa disekeliling kita. Penciptaan manusia tidak sia-sia tetapi untuk beribadah dan menuruti perintah Allah SWT, Firman Allah dalam surah adz-Dzariyyat ayat 56.



RUGI seruginya jika kita tidak ada MASA untuk  diri sendiri. MASA untuk menyiapkan segala kelengkapan bekal tika dua pertemuan yang membawa satu pihak berada dalam keadaan yang amat menggetarkan tiap sendi anggota tubuhnya. Siapa lagi yang di sebelah pihak jika tidak PENCIPTA ABADI yang telah mencipta MASA sebagai tugu peringatan di dunia ini. “KECUALI orang-orang yang beriman dan beramal soleh.

Malahan UMUR kita juga adalah ingatan MASA paling dekat. Umur merupakan anugerah Allah  yang dikurniakan  untuk diambil iktibar bahawa masa itu tetap berjalan, berlari, berlalu dan meninggalkan kita tanpa sebarang pesan. KECUALI “mereka berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan kesabaran.”

Alanglah indahnya hidup ini, jika semua manusia sentiasa berpesan dengan kebenaran dan kesabaran. Pasti dunia akan ceria, harmoni dan diuliti oleh kedamaian. Damai di jiwa. Harmoni di minda. Tanpa keraguan, keresahan dan ketakutan untuk menghuni bumi yang SATU SAHAJA ini. Tempat memupuk kasih sayang, Laman indah berkongsi ketenangan. Dunia fana yang pastinya akan hancur dan berkecai bila tiba MASAnya.



Jangan lupa bahawa bumi ini dicipta untuk manusia bertanggungjawab atas kemakmuran dan keharmoniannya. Penciptaan manusia seiring dengan MASA yang telah Allah tetapkan hidup dan matinya sebagai hamba Allah yang diamanah menjadi KHALIFAH di muka bumi. Lalu apakah yang bakal menjadi bekal di hadapan Allah SWT ? Maka DEMI MASA… makhluk ini bersumpah menjadi saksi bagi setiap kejadian di muka bumi. Bersedialah untuk MASA yang akan tiba tidak lama lagi. ALLAHU AKBAR. ALLAH MAHA BESAR.


SalamFatima3SalamFatima

11 April 2011 (Ahad)/ 6 Jamadil Awwal 1432H/ 10.01 malam- SARIKEI, SARAWAK


Aku… dan masa tidak pernah berpisah. Selagi jantungku masih berdetak, selagi nafasku masih berhembus, selagi nadiku masih berdenyut dan selagi langkahku  masih bergerak. Masa itu menjadi bayang kehidupanku sedari lahir hingga penghujung nyawa. Aku banyak berfikir tentang impianku di masa hadapan kerana impian itu tidak ada di masa laluku. Aku harus merealisasi semua impianku sebelum mataku terpejam. Sebelum masa meragut segalanya dariku.

- SITI FATIMAH AHMAD -


ASAL BERANI BERMIMPI SEGALANYA MUNGKIN

- andrea hirata -

DEMI MASA – RAIHAN

HARGAILAH SEGALA KESEMPATAN MASA YANG ADA DALAM HIDUPMU UNTUK JADI SEORANG MANUSIA


About these ads

91 Responses to “CT55. SUMPAH MASA”

  1. yusami April 12, 2011 at 11:04 am #

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Benarlah dan Saya bersyukur telah disempatkan-Nya singgah di sini dan diingatkan Bunda dengan nasehat dari Al ‘Asr. Semoga kita digolongkan-Nya pada orang yang beruntung.
    Wassalam dan salam hangat dan sukses selalu dari Ampah Kalimantan Tengah.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 12, 2011 at 7:31 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, mas Yusami…

      Alhamdulillah, Amiin… Ya Rabbal’alamiin.
      Tuntunan terbaik adalah dari Allah SWT untuk hamba yang disayangi-Nya. Mudahan mas Yusami mendapat keredhaan Allah SWT dalam mendapat ilmu yang bermanfaat untuk dikongsikan sesama.

      Terima kasih juga mas untuk doa dan ingatannya.
      Salam hangat dan sukses juga dari saya. :D

  2. bundamahes April 12, 2011 at 11:28 am #

    ingat 5 perkara sebelum 5 perkara!!!

    • SITI FATIMAH AHMAD April 12, 2011 at 7:33 pm #

      Hai BundaMahes…

      Mudahan ingatan dan pesanan sesama kita bisa menyelamatkan kita dari hal-hal yang memudharatkan sebelum ia terjadi.

      Salam manis selalu. :D

  3. neni April 12, 2011 at 1:07 pm #

    Assalamu alaikum bundaku sayang,
    demi masa, semoga kita semua dapat menggunakan masa dengan baik,

    neni kangen bunda………

    • SITI FATIMAH AHMAD April 12, 2011 at 7:36 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Neni yang bunda sayangi…

      Amiin… Ya Malikul Quddus.
      Mudahan segala kesempatan masa yang ada dapat kita manfaatkan dengan baik Neni.

      Hmmm… Neni kangen sama siapa nich. Bunda atau ????. ;)

  4. choirul April 12, 2011 at 2:03 pm #

    assalamu’alaikum…

    gambar-gambarnya itu dibuat sendiri ya bu? bagus-bagus

    kita harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin….

    • SITI FATIMAH AHMAD April 12, 2011 at 7:42 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Choirul…

      Foto umumnya dari googles atau site free, lalu diedit serba sedikit dan ditulis atau tampal teks sendiri. Sekadar mengasah bakat dan minat bagi memenuhi waktu yang sedia ada untuk hobi.

      Salam ceria. :D

      • choirul April 14, 2011 at 3:43 pm #

        tapi saya lihat bagus-bagus Bu…. saya saja kemaren latihan membuat kartu nama saja susah sekali memadukan warna

        • SITI FATIMAH AHMAD April 17, 2011 at 12:01 pm #

          Hai Choirul…

          Untuk menghasilkan kerja tangan yang bagus, harus bersama hati dan perasaan. Masuki dunia kreativiti dan tenggelamkan diri dalam keasyikannya. Tidak boleh terburu2. Mesti dengan sabar dan ceria. :D

          Mudahan hasil yang Choirul buat bisa mencapai kepuasan yang diingini. Selamat berjaya dan berusahalah dengan lebih gigih lagi. :D

  5. Eyangkung April 12, 2011 at 3:52 pm #

    Assalamu’alaikum mbak Siti Fatimah,

    Membacapostingan artikel ini selalu mengingatkan betapa pentingnya ciptaan Tuhan yang satu ini.MASA atau bahasa sehari2 disebut WAKTU memang diciptakan Untuk manusia dan semua machluk dan benda ciptaan-Nya.

    Masa atau waktu atau time termasuk kata benda atau noun. Itu jenis benda apa? memang tidak bisa kita lihat tetapi bisa kita rasakan! Dipandang dari sudut ilmu atau sain dan agamis sulit menjabarkannya. Itulah kebesaran Tuhan Sang Pencipta Waktu. Betapa luar biasanya masa atau waktu! Waktu tidak bisa dibeli, tetapi tiap orang mendapatkan karunia waktu sama besar tanpa membayar. Manusia tidak bisa menguasai waktu. Ia berjalan maju tidak pernah berhenti dan mundur. Terserah manusia bagaimana ia memanfaatkan waktu sebaik2nya.

    Dalam dunia manajemen terkenal ungkapan waktu adalah uang. Ini hanya mengingatkan kebendaan atau materi duniawi. Tetapi saya belum pernah mendengar semacam slogan waktu dipandang dari filosofis dan agamis/teologis. Saya pernah mencanangkan istilah Waktu adalah sukses atau gagalnya hidup. Sukses artinya kita kan mendapat tempat ndi sisi Allah Swt. Gagal berarti kita akan menjadi kerak neraka kata mas Muxlimo sahabat saya di Pontianak!

    Betapa pentingnya masa atau waktu ini tidak hanya sekedar UANG! Tetapi celakanya sampai setua ini saya belum bisa menilai diri apakah saya sudah bisa memanfaatkan karunia waktu itu dengan baik?. Saya benar2 masih tidak tahu pasti. Kalau saya mengaku sudah memanfaatkan waktu itu dengan baik, faktanya apa? Tentu saya bingung yang kedua…….

    Sampai di sini saya merenung dan ingin menangis!! Alangkah bahagianya saya andaikan saya bisa membaca artikel semacam yang ditulis mbak Siti Fatimah ini tigapoluh yh yll. Terima kasih mbak Siti.

    Rasanya Tuhan masih memberikan waktu untuk mengingatkan saya yang saya sadari baru pada saat ulang tahun saya tahun yll. Ternyata selama ini saya sudah KORUPSI UMUR saya dua tahun. Sekalipun itu kekhilafan kakek saya, namun ketika menyadari fakta kronologis sempat membuat saya tertegun bengong sekaligus bersyukur……!!

    Saya memahaminya di samping masa atau waktu ada ciptaan Tuhan yang lain yang untuk saya masih merupakan misteri yaitu RUANG. Keduanya diciptakan Tuhan bersamaan atau lebih dulu yang satu dibandingkan yang lain? Bagaimana keadaan keduanya setelah akhir jaman atau kiamat?

    Mbak Siti pernah merenungkan dialam baqa juga ada yang disebut masa ini? saya berfikir waktu di alam baqa tentu berbeda dengan waktu di alam fana ini. Ternyata sampai hari ini manusia belum mampu menguak misteri MASA dan RUANG ini. Secara agamis saya menilai manusia yang kepengin menciptakan mesin waktu, lorong waktu atau time tuner Mesin yang diharapkan bisa mengirim manusia kemasa lalu dan masa akan datang sesuai keinginan orang!!Itu hanya menunjukkan kerakusandan keserakahan umat manusia. Saya pribadi berkeyakinan manusia tidak mampu membuat mesin macam itu karena sama dengan ingin menyamai kuasa Illahi!

    Mbak Siti sangat senang bisa berbincang-bincang topik ini yang kita memandang dari sudut agamis. Saya ingin share di blog ini, dengan cara komentar dan reply. Maka bila dipandang mengganggu kesehatan blog ini, setelah komentar saya selesai dibaca dan difahami, silakan dihapus hanya sisakan salam pembukaan dan penutupan saja.

    Saya pasti, dengan diskusi kita dan syukur teman blogger lain juga ikut beergabung tentu akan semakin banyak pencerahan yang bermanfaat bagi kita semua terutama saya. Terima kasih

    Salam persaudaraan blogger

    • SITI FATIMAH AHMAD April 12, 2011 at 9:14 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Eyangkung yang dihormati…

      Alhamdulillah, kongsian ilmu yang berbobot dan sangat senang saya baca. Tulislah sepanjang mana Eyang kehendaki di ruang komentar dalam blog saya. Dengan sukacita saya alu-alukan.

      Saya amat menghargai setiap ruang waktu yang diperuntukkan bagi menulis butir-butir mutiara kata melalui titik peluh dari idea yang disimbahkan. Malah saya jadi terharu kalau ada komentar panjang terpampang di posting saya. Tidak mudah untuk menggerakkan hati seseorang untuk berlama menatap bahan tulisan, kemudian memikir dan berkongsi rasa sebagaimana yang biasa EWyang lakukan. Pelbagai faktor telah kita bincang dalam komentar lalu disandarkan sebagai alasannya.

      Subhanallah, hanya kepada Allah SWT segala puji-pujian ini saya kembalikan jika apa yang dicoretkan secara ringkas dan umum tentang masa di atas bisa menjentik hati dan minda Eyang untuk menikmati kelazatan ilmunya. Kita bersama-sama saling ingat mengingati Eyang. Saya berusaha mengingati diri sendiri dan membawa bersama ingatan itu kepada sesama kita. Dengan harapan manfaatnya tersebar dan diperolehi oleh ramai orang. Siapa yang tersiram hatinya oleh tuntunan Allah, ia tergolong dalam kalangan yang beruntung. Kita hanya berdoa dan merencana. Tetapi Allah yang menentukannya. Ternyata Eyang merasai nikmat pilihan tersebut. Alhamdulillah.

      MASA dan WAKTU. Nama, ejaan dan sebutan yang berbeza tetapi peranan dan kepentingan yang sama. Ia sesuatu yang abstrak bukan konkrit. Hanya dengan iman merasai adanya waktu yang berlalu dalam kehidupan kita. Hitungan masa di dunia dan akhirat tidak sama. Nisbahnya 1 hari akhirat bersamaan 1000 tahun dunia. Masya Allah.

      Menurut pepatah Arab, Masa umpama pedang. Jika kita tidak memotongnya maka ia akan memotong kita. Pepatah Melayu menyebut Masa itu emas. sangat berharga dan bernilai. Sesaat yang disiakan bermakna rugi sepanjang hayat.

      Saya setuju eyang, filem2 fiksyen yang menayangkan tentang mesin time tuner hanya satu khayalan yang tidak pernah wujud hingga akhir zaman. Tiada manusia yang mampu meredah masa lalu, masa kini dan masa hadapan kecuali Allah yang empunya masa. Yang Maha Berkuasa. Sifat angkun dan sombong manusia dengan sedikit ilmu diberikan, berusaha untuk menipu diri dan orang lain dengan hal yang tidak pernah wujud. Bodohnya, masih ramai yang percaya dan bertaklid buta. Tidak mengenal dengan ilmunya.

      Saya senang sekali Eyang kalau ada perbincangan yang lebih mantap tentang sesuatu yang menjadi kemusykilan. Silakan Eyang bertanya dan menulis untuk memperjelaskan sesuatu yang kabur di minda dalam perkongsian bijak bicara ilmu ini.

      Terima kasih Eyang sudi bertandang dan menulis dalam waktu yang sepatutnya diluangkan untuk diri dan keluarga.

      Salam mesra dan salam takzim selalu. :D

      • Eyangkung April 13, 2011 at 6:04 pm #

        Assalamu’alaikum mbak Siti Fatimah,

        Saya ingin melanjutkan sharing tentang artikel masa yang diposting terakhir ini. Saya sangat antusias karena muncul di benak saya pertanyaan2 tentang hakekat terkait dengan kebesaran Tuhan Sang Pencipta masa. Dalam artikelnya mbak Siti menulis:….
        MASA adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat penting. “Demi MASA” – satu bentuk sumpah yang mengkagumkan. Allah bersumpah dengan MASA yang melekat kepada kehidupan manusia dan semua makhluk ciptaannya. Tiada yang terlepas dari MASA…..

        Saya sependapat masa sebagai benda yang diciptakan Tuhan sebagai benda abstrak. Yang orang beriman tentu mengimani masa tidak ada dengan sendirinya tetapi Tuhanlah yang menciptakannya. kita tidak bisa melihat wujud masa tetapi bisa merasakan. Dan orang tahu /mengerti dan faham bahwa masa itu terus bergerak maju dan tidak pernah berhenti gerak majunya.

        Sampai disini timbul beberapa pertanyaan:

        1. Masa sebagai mahluk ciptaan Allah yang sangat penting. dengan pengertian sebelum diciptakan Allah tentu belum/tidak ada. Kapan mulai masa ini diciptakan?? Apakah bersamaan dengan penciptaan alam semesta? Dan sebagai ciptaan Allah apakah masa itu keberadaannya terbatas seperti ciptaan alam semesta lain (bumi, matahri, bulan planet) yang mengalami batas keberadaannya sampai dengan akhir jaman atau hari kiamat? Atau mungkin masa itu berstatus abadi. Semacam mahluk manusia raganya terbatas sampai masa hidupnya didunia yang setelah mati kembali menjadi tanah. Tetapi jiwa=roh=sukma=arwah=nyawa (saya istilahkan non raga)yang dulu melekat di raga saat manusia hidup, setelah mati, non raga tetap ada pindah pada kehidupan yang lain di alam baqa yang bersifat baqa atau abadi.

        2. Mbak Siti menyebutkan satu hari di akhirat sama ndengan 1000 tahun di dunia. Ini merujuk ayat mana dan isi bunyi ayat itu? Saya baru dapat mencatat satu ayat dari Alkitab yang maknanya sama dengan yang disebutkan mbak Siti ayat tersebut: “Dihadapan Allah satu hari sama seperti seribu tahun dan 1000 tahun sama seperti satu hari” Saya meyakini ini. Malah secara matematis sanya menggambarkan batasan sebagai seper tak terhingga detik dan sekian tak terhingga ribu tahun. Saya memaknainya bahwa Allah itu tidak dibatasi masa. Allah tidak berada masa itu karena masa itu ciptaan Allah. Ini berarti selain Allah semua berada dan dibatasi masa!

        3. Kisah miradj Rasul saw ke surga yang dikisahkan sebagai menunggang boraq, kuda bersayap, pemahaman saya bahwa maksudnya itu sebagai perumpamaan bahwa surga itu tempatnya bukan di bumi karena kuda terbang itu tentu terbang meninggalkan bumi. Dimana tempatnya dan berapa jauhnya? Rasanya sampai sekarang belum ada manusia yang mampu menafsirkan. Buraq sebagai kuda terbang yang terbang dengan kecepatan tinggi itu untuk menggambarkan kuasa Tuhan. Atas kehendak-nya rasul SAW yang berada didunia miradj ke surga tidak perlu hitungan hari, tahun. Tetapi sepersekian detik karena kuasa Tuhan, Rasul sudah sampai surga yang manusia tidak mungkin menguraikan kejadiannya. Inilah maha Kuasanya Tuhan. Kalau manusia jaman ini sudah mampu menciptakan pesawat dengan kecepatan supersonic dengan kecepatan cahaya atau kecepatan suara sekian ribu mill per detik, itu belum apa2 dibandingkan dengan Kuasa Allah yang dilambangkan seekor buroq sebagai kendaraan yang supercepat.

        Saya belum bisa memahami teori yang menyebutkan: manusia yang berada dalam kecepatan pesawat yang super cepat maka ia tidak dipengaruhi putaran masa.
        Saya tidak sependapat, pemahaman saya manusia hidup di manapun berada ia tetap dikuasai oleh putaran masa. Memungkinkan terjadi penundaan menuanya jaringan tubuh manusia. Hanya penundaan, tetapi tetap dipengaruhi masa. Misalnya manusia yang berada dalam pesawat supercepat selama seminggu, setelah kembali di dunia ternyata tercatat di dunia ia pergi selama sebulan atau setahun!!

        4. Dalam teori manajemen disebutkan bahwa didunia ini selalu terjadi perubahan, semua selalu berubah kecuali Perubahan itu sendiri. Satu ungkapan dengan makna yang terselubung yang sebenarnya itu adalah menggambarkan betapa kompleknya arti sebuah masa dan betapa maha Agungnya Sang Pencipta Masa itu!!. Sampai di sini makin menimbulkan kekaguman saya atas keAgungan Tuhan yang Maha Mengagumksn itu.
        Bagaimana sudut pandang mbak Siti?
        Terima kasih
        Salam blogger

        • MUXLIMO April 14, 2011 at 10:54 pm #

          errm.. saya lanjutkan nimbrung menanggapi 4 hal yang diutarakan Eyangkung di sini (*ini saya lakukan semata2 atas undangan Eyangkung via SMS)

          1. Kapan masa/waktu diciptakan?
          Kita tidak tahu pasti soal itu. Namun, berdasarkan logika, kemungkinan besar waktu tercipta bersamaan dengan penciptaan alam semesta. (meskipun dalam ilmu tauhid, dikatakan alam semesta bukanlah makhluk yang pertama kali diciptakan) Allahua’lam.

          2.Tuhan tidak dibatasi oleh waktu
          Setuju sekali. Tuhan itu pencipta Ruang dan waktu. Tuhan tidak bertempat di dalam ruang maupun waktu.

          3. Soal buraq dan teori relativitas Einstein:

          Sebelumnya, perlu saya klarifikasi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Saw menunggangi buraq hanya ketika pergi dari Masjidil Haram (Mekah) ke wilayah yang sekarang terdapat Masjidil Aqsa (Palestina),bukan ketika beliau “naik” ke sidratul muntaha.

          Jadi, binatang buraq ini beliau gunakan hanya selama di bumi, bukan untuk naik ke langit.

          Hal yang patut dicermati soal buraq:
          Menurut saya, buraq bukanlah binatang dari bumi. Kita tidak pernah tahu wujud sebenarnya dari binatang misterius ini.

          Yang pasti, gambaran binatang ini sebagai sejenis kuda bersayap dan berkepala wanita, adalah wujud pelecehan Islam dari keterangan2 palsu israiliyyat

          Tidak ada keterangan apa pun soal sayap dan kepaa wanita ini di hadis mana pun.

          Saya juga setuju dengan Eyangkung, bahwa teori relativitas tidak pernah membebaskan manusia dari daya liput waktu. Sekadar penundaan saja.

          4. semua selalu berubah kecuali Perubahan itu sendiri.
          Setuju. Sebuah retorika yang bagus! :D

          Salam persaudaraan blogger.. ^_^

          • SITI FATIMAH AHMAD April 17, 2011 at 11:37 am #

            Hai Muxlimo…

            Sepertinya jaringan persahabatan kalian berdua sudah semakin akrab kerana bisa ber-sms. :D

            Alhamdulillah, dapat menambah ilmu melalui catatan terhadap persoalan yang dikemukakan oleh Eyangkung di atas.

            Sejak kecil saya dikisahkan dengan buraq seperti yang dimaklumkan oleh Muxlimo di atas. Penyesatan yang coba dilakukan melalui cerita2 Israiliyyat.

            Bayangan ini mampu menjadikan akidah umat Islam tersasar dari kebenaran tentang makhluk bercahaya dari alam malakut yang telah dikhususkan sebagai tunggangan Rasulullah dalam peristiwa luar biasa yang diperjalanakan Allah atas baginda saw.

            Terima kasih mas membantu dengan jawaban yang mencerahkan. Mudahan kita semakin ditambahi Allah dengan ilmu bermanfaat.

            Salam ceria di penghujung pekan. :D

        • SITI FATIMAH AHMAD April 16, 2011 at 11:02 pm #

          Wa’alaikum salaam wr.wb, Eyangkung dihormati…

          Alhamdulillah, kesempatan membalas bicara yang mencerahkan dari Eyang. Perbahasan yang membawa saya untuk membaca banyak buku tentang masa dan ruang. Bagi saya, apa yang dibahaskan oleh Eyang tidak dapat saya balas dengan pemikiran biasa saya tetapi harus dengan rujukan agar ia lebih ilmiah dan tidak menyimpang dari pengetahuan sebenar.

          Benar Eyang, masa adalah makhluk abstrak. Ciptaan ajaib yang hanya dirasai tanpa sentuhan. Berjalan seiring dengan kehidupan kita. Berlaku 24 jam tanpa henti. Hatta kiamat pun masa tidak pernah berhenti menjalankan amanah Allah sehingga Allah yang menghentikan tugasnya. Wallahu’alaam.

          Bahasan 1.

          Sungguh rumit sekali bagi saya untuk mencari jawaban benar tentang permulaan ciptaan masa. Hanya yang mampu saya perolehi berdasarkan pembacaan melalui hadis Rasulullah saw menjawab ketika diajukan soalan mengenai bermulanya alam ini dengan sabda yang bermaksud :

          “Adalah Allah Azali dan tiadalah sesuatupun selainNya (di azali), (selepas itu) Allah (menciptakan) Arasnya di atas air, dan telah dicatatkan di Lauh al-Mahfuz setiap sesuatu, kemudian (Allah) menciptakan langit dan bumi”. (Riwayat al-Bukhari).

          Berdasarkan jawaban Rasulullah di atas menjelaskan bahawa Allah wujud tidak ada mula iaitu Azali dan di Azali hanya Allah sahaja yang ada. Kemudian Allah telah menciptakan segala kejadian dari tidak ada kepada ada. Allah tidak menciptakan alam sekaligus. Allah jadikan langit dan bumi serta segala apa yang ada di muka bumi dalam masa enam hari.

          Kehidupan manusia sangat terbatas mengikut ketentuan Allah. “Setiap yang hidup akan merasai mati.” Jelaslah bahawa tidak ada yang mampu kekal melainkan Allah semata. Seluruh alam adalah fana.Hatta masa juga kerana ia makhluk ciptaan Allah.

          Bahasan 2.

          Menurut hujah al-muffasirin bahawa satu (1) hari di sisi Allah bersamaan dengan seribu (1000) tahun di sisi makhluk. Hal ini dijelaskan Allah:

          “Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” – surah al-Hajj, ayat 47

          “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu masa yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” – surah as-Sajjadah, ayat 5.

          Allah Penguasa waktu dan ruang. Dia Yang menciptanya, maka Allah tidak dibatasi keduanya.

          Bahasan 3.

          Israk dan mikraj adalah peristiwa di mana Rasulullah “diperjalankan” secara luar biasa oleh Allah. Perjalanan itu ditemani oleh Jibrail a.s dengan menggunakan kenderaan Buraq yang bererti kilat (barqun). Mereka menempuh perjalanan yang jauh dari bumi ke bumi dan bumi ke langit hanya dalam tempoh setengah malam atau lebih singkat dari itu. Yang biasanya dilakukan mengguna unta atau kuda selama berbulan2. Hal yang sukar diterima oleh akal manusia. Sehingg gemparlah masyarakat Quraish ketika itu.

          Tentu sekali perjalanan hebat itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Rasulullah sebagai manusia biasa. Lalu Allah mengutuskan Jibrail untuk membawa Nabi merentas “ruang dan waktu” dalam alam semesta Allah ini. Sengaja Allah mengutus Jibrail kerana Jibrail adalah makhluk dari langit ke tujuh yang berbadan cahaya. Dengan badan cahaya, Jibrail bisa membawa Nabi melintasi dimensi yang kasat mata..

          Perjalanan itu juga disertai Buraq , makhluk berbadan cahaya, berasal dari alam malakut yang menjadi tunggangan baginda sepanjang perjalanan itu. Dengan menunggang Buraq baginda bersama Jibrail melesat dengan kecepatan cahaya sekitar 300.000 km perdetik. Subhanallah.

          Eyang, saya sarankan Eyang mencari buku bertajuk TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA, tulisan AGUS MUSTOFA (dari Indonesia). Buku ini menceritakan secara detail perjalanan Rasulullah dalam peristiwa Israk Mikraj melalui kajian sains untuk membuktikan kebenaran al-Quran. Di samping itu menjelaskan penyesatan yang coba dilakukan oleh musuh Islam tantang hal ini. Maaf, tidak bisa menulis panjang di sini.

          Bahasan 4.

          Benar Eyang, bumi dan sekalian makhluk yang menghuni alam semesta adalah makhluk dinamik. Bisa berubah mengikut peredaran masa dan ruang yang tentunya tidak kekal. Itulah namanya fana atau musnah. Hanya Allah sahaja yang kekal. Maha Suci Allah dan Perkasa dalam segala sesuatu. Sangat rugi manusia yang tidak melihat kebenaran ini.

          Mohon Eyang berpuas hati dengan sedikit penjelasan yang bisa saya kongsikan bersama. Wallahu’alaam.

          Selamat berlibur di penghujung pekan.
          Salam mesra dan hormat selalu dari saya. :D

    • MUXLIMO April 14, 2011 at 6:40 pm #

      Salaaam Mbak Siti dan Eyangkung… saya ikut nimbrung diskusinya ah.. *soalnya nickname saya disebut2 di sini.. hehehe

      Eyangkung, kalimat Eyang ini saya suka sekali!
      “Waktu tidak bisa dibeli, tetapi tiap orang mendapatkan karunia waktu sama besar tanpa membayar.”

      Tidak bisa dibeli, tapi semua dapat jatah. Benar2 menunjukkan kasih sayang Tuhan ya!

      Soal waktu adalah pedang, saya setuju dengan Mbak Fatimah. memang demikianlah pepatah yang biasa disampaikan dalam tradisi Islam (meskipun pernyataan itu bukanlah hadis, melainkan mungkin pernyataan ulama masa lalu).

      Saya juga setuju pernyataan Mbak Fatimah selanjutnya:
      MASA dan WAKTU. Nama, ejaan dan sebutan yang berbeza tetapi peranan dan kepentingan yang sama.

      Mungkin bisa kita teorikan bahwa waktu itu benda abstrak, sedangkan ruang itu benda konkret. TAPI keduanya bagai dua sisi pada satu mata uang. Begitu Ruang tercipta, saat itu juga waktu bermula.Allahua’lam.

      Adapun mengenai Ruang dan Waktu setelah kiamat:
      Tampaknya tidak ada perubahan yang signifikan. Ruang tetap sebagaimana keadaannya ketika pertama kali diciptakan (manusia dan jin yang masuk surga atau masuk neraka semuanya berada dalam ruang juga ‘kan?!).

      Sedangkan waktu, meskipun tetap ada, mungkin kelak di akhirat dapat kita rasakan perbedaannya karena hitungan waktu di akhirat ‘kan tidak bergantung pada peredaran benda2 langit (seperti orbitasi bumi terhadap matahari).

      Jadi, “Nisbahnya 1 hari akhirat bersamaan 1000 tahun dunia.” memang merupakan kepastian dari Allah Swt yang wajib kita imani.

      Meskipun Ruang dan Waktu tetap ada setelah kiamat, tentu kedua makhluk tersebut tidak abadi. Kan hanya Allah Swt yang kekal.
      “Huwa al-Awwalu wa al-Akhiru”
      Dialah yang Awal dan yang Akhir. Allahua’lam.

      • SITI FATIMAH AHMAD April 17, 2011 at 11:13 am #

        Wa’alaikum salaam wr.wb, akhi Muxlimo…

        Senang mendapat kunjungan dari Muxlimo. Mohon maaf duluan kerana jarang BW ke sana. Seperti biasalah, alasan sibuk yang menyita waktu untuk BW ke mana-mana. Rasa terharu karena selalu dikunjungi. :D

        Saya setuju mas. Ruang dan waktu tidak boleh dipisahkan. Keduanya saling memerlukan. Ibarat aur dengan tebing atau irama dengan lagu. Jika terpisah salah satunya akan pincanglah apa yang terkandung di dalam keduanya.

        Coba kita perhatikan, betapa akal menjadi kurnia paling besar kepada manusia untuk memikirkan hal2 yang hanya tercapai olehnya melalui ilmu yang dipelajari berasaskan segala sumber ciptaan Allah yang ada di sekeliling kita. Hanya sedikit manusia yang menggunakan akal dengan sebaik-baiknya.

        Untuk membincangkan DEMI MASA sahaja sudah membutuhkan waktu yang panjang. Malah harus dikaitkan lagi dengan hal2 yang dalam ruang lingkup masa yang beredar ini. Bukan sahaja masa di dunia malah masa di akhirat. Subhanallah. Tidak mampu manusia untuk menghitung keluasan ilmu Allah Yang Maha Kaya ini.

        Terima kasih mas untuk perkongsian bijak yang menjadikan kita selalu dekat dengan ilmu Allah ini. Mudahan banyak yang kita perolehi melalui perbahasan seperti ini.

        Salam mesra dan hormat dari saya. :D

        • Eyangkung April 20, 2011 at 12:01 am #

          Assalamu’alaikum mbak Siti Fatimah dan mas Mux,

          Pertanyaan saya berkembang. Beberapa kali disebutkan bahwa yang kekal hanyalah ALLAH Swt. Saya mudah untuk memahami dan mengimani.

          Sehubungan kekal dan tidak kekal, manusia raganya setelah ia mati akan hancur, jelas tidak kekal. Tetapi non raga (nyawa, jiwa roh, sukma arwah dan nama2 lainnya setelah manusia mati bagaimana. Ini saya kaitkan dengan pengertian non raga manusia yang pada masa hidupnya tidak baik akan menjadi kerak neraka selamanya??)

          Mengenai buku referensi yang disampaikan mbak Siti tentang TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA, tulisan AGUS MUSTOFA, terus terang saya lebih mantaf uraiannya mas Mux dan mbak Siti. Karena saya sudah kenal kalian berdua.
          Terima kasih jawabannya

          • SITI FATIMAH AHMAD April 20, 2011 at 9:01 pm #

            Wa’alaikum salaam wr.wb, Eyangkung yang dihormati…

            Untuk kehidupan kekal di akhirat, saya bisa membawa beberapa firman Allah yang menguatkan tentang ini.

            Surah Albaqarah ayat 28 menjelaskan :
            “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, lalu kepadaNyalah kamu dikembalikan”

            Ayat 64 dari Surah Al Ankabut :
            “Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main belaka. Dan sesungguhnya kampung akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya kalau mereka mengetahui”

            Alhamdulillah, terima kasih menerima sedikit penjelasan ilmu yang bisa dikongsi untuk pemahaman kita bersama. Semoga kita beroleh manfaat darinya.

            Salam takzim selalu buat Eyang. Didoakan sehat dan bahagia bersama keluarga. :D

          • MUXLIMO April 23, 2011 at 12:05 am #

            Salam sejahtera Eyangkung…

            Saya sudah baca buku yang direferensikan oleh Mbak Fatimah itu: TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA karya AGUS MUSTOFA.

            Agus Mustofa adalah seorang insinyur teknik nuklir yang juga seorang penempuh jalan sufi. Ayah dan kakeknya adalah tokoh tarikat terkenal juga di Indonesia.

            Saya kira Eyang perlu baca secara lengkap buku itu (meskipun terdapat beberapa kelemahan yang dikritisi para cendekia terhadap beberapa simpulan yang dibuatnya).

            Mengenai pertanyaan Apakah jasad itu “kekal” di akhirat?
            Saya setuju dengan jawaban-jawaban yang telah Mbak Fatimah kemukakan.

            Adapun saya di sini sekadar berpartisipasi.
            (Informasi berikut adalah yang saya terima dalam pelajaran tauhid Islam)

            Jasad manusia di alam kubur (alam barzakh)

            Jasad orang yang saleh, yang diterima amal ibadah dan imannya, oleh Allah dipersatukan kembali dan dia menjadi manusia yang bebas di alam kubur. Tidur dalam kenikmatan atau lainnya. Allahua’lam.

            Jasad orang yang durhaka, yang tidak diterima amal ibadah dan imannya, tidak dipersatukan dengan ruhnya. Jasadnya disiksa oleh para malaikat sambil ruhnya menyaksikan dan ikut merasakan. Nauzubillahi min zalik.

            Jasad dan ruh orang saleh dan orang durhaka kemudian dipersatukan kembali setelah kiamat dan memasuki alam akhirat.

            Setelah masa penghisaban (penimbangan amal baik-buruk), para ahli surga menikmati kehidupan akhirat di surga dengan tubuh dan ruh seperti waktu mereka hidup di dunia.

            Para ahli neraka merasakan siksa di neraka dengan tubuh dan ruh seperti waktu mereka hidup di dunia.

            Catatan: tubuh/jasad ini adalah jasad/tubuh yang sama dengan yang ada pada kita sekarang. Masih tubuh itu-itu juga. Tidak dibuatkan tubuh yang baru, hanya dikembalikan ke keadaan semulanya.

            Mengenai kekalkah kehidupan kita di akhirat itu? Tidak kekal. Karena hanya Allah yang Kekal.

            Lalu bagaimana akhir dari kehidupan akhirat kita itu nanti? jawabannya adalah Hanya Allah yang Tahu. ^_^

            Allahu’alam bi shawab.

            • SITI FATIMAH AHMAD April 24, 2011 at 9:51 am #

              Salam takzim akhi Muxlimo…

              Alhamdulillah. Terima kasih untuk kongsian hikmah yang mencerahkan. Saya terkesan dengan setiap nukilan berhubung dengan kehidupan manusia di alam akhirat.

              Apakah jasadnya sama seperti sekarang atau dijadikan lebih baik dari apa yang dimiliki kini.

              Saya masih belum merasa puas hati akan jawaban mas Muxlimo tentang ini…

              “Mengenai kekalkah kehidupan kita di akhirat itu? Tidak kekal. Karena hanya Allah yang Kekal.

              Lalu bagaimana akhir dari kehidupan akhirat kita itu nanti? jawabannya adalah Hanya Allah yang Tahu.”

              Insya Allah, saya berusaha mencari jawabannya kerana saya fikir terdapat jawaban jelas berhubung dengan kekalnya manusia hidup di akhirat kerana tiada lagi kehidupan dibangkitkan seperti di dunia kecuali hidup di syurga dan neraka secara “abadan abada.”

              Keadaan manusia di akhirat nanti, tidak sama dengan hidup asalnya di dunia. Tubuhnya yang tua renta dulu dikembalikan muda oleh Allah.

              Salam mesra sahabat. :D

        • MUXLIMO April 23, 2011 at 12:18 am #

          Salam alaikum, Mbak Fatimah..
          Ah, tak apa, saya paham kok dengan kesibukan Mbak Faimah di keseharian, apalagi ditambah kesibukan di blog yang ramai ini. Saya pun akan kewalahan jika blog saya seramai blog ini, Mbak.. :D

          btw, lagi-lagi blog saya bermasalah, Mbak..kali ini dengan aplikasi komentar intense debate-nya. Saya baru berhasil menjawab 2 dari 3 pertanyaan Mbak di blog saya.

          Jawaban yang ke-3 mengenai dasar hukum baiat, sudah 3 hari ini gagal dimuat terus..entah mengapa..ada yang salah dengan aplikasi komentar di blog saya :(

          Oleh sebab itu, izinkan saya memuat jawaban ke-3 yang saya maksud tadi di sini ya :D :
          3. Apakah ciri2 untuk menjadi ahli Sufi. Kenapa perlu dibai’ah dahulu sebelum memasuki jemaah ahli Sufi ini. Apakah ada dalam ajaran Rasulullah saw. ?

          Ciri sufi: biasanya mereka mengidentifikasikan diri secara kolektif dalam sebuah komunitas yang disebut tarikat. Tiap tarikat ini memiliki aturannya masing-masing. Setiap muslim yang ingin bergabung dalam komunitas dan pengamalan tarikat perlu dibai’ah sebagai sumpah setia bahwa dia akan mengikuti kurikulum atau praktik-praktik suluk dengan sungguh-sungguh. Bukan bersumpah setia pada guru atau mursyidnya.

          Sesungguhnya, baiah (talqin) ini merupakan jaminan bagi murid di akhirat kelak, bahwa apa yang dipelajari dan diamalkannya dalam tarikat ada dalam tanggung jawab sang Guru. Jadi, menjadi seorang mursyid atau guru suluk itu tanggung jawabnya amat besar dan tidak bisa main-main.

          Sebelum proses pembaiahan, umumnya diawali dengan pemerkenalan dan penjelasan langkah-langkahyang harus dan akan ditempuh jika kelak resmi menjadi murid.

          Berikut ini dasar hukum bai’ah:
          Q.S. Al-Fath:10
          “Orang-orang yang berjanji setia kepadamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah.”

          Hadis:
          pembaiatan secara umum/berkelompok

          “Berjanjilah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak membuat kebohongan di antara tangan dan kaki kalian, dan tidak mendurhakai aku dalam kebaikan.

          Barang siapa di antara kalian menepati janji ini, dia akan mendapatkan pahala dari Allah. Barang siapa yang melanggar sebagaian darinya lalu Allah menutupinya, hukumannya begantung pada Allah. Jika Allah menghendaki, Dia akan mengampuninya. Dan jika tidak, Dia akan menghukumnya.”
          Maka kami pun membaiat beliau dengan hal itu.
          (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

          “Pada suatu hari, pernah beberapa orang ada di hadapan Rasulullah. Saat itu Rasulullah bertanya, “Apakah di antara kalian ada orang asing?”–maksudnya ahli kitab/nonmuslim. Kami jawab tidak ada. Lalu beliau menyuruh kami menutup pintu dan berucap,”Angkatlah tangan kalian dan ucapkan ‘La ilaha illallah’.

          Kemudian Rasulullah bersabda,”Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah sesungguhnya Engkau mengutusku dengan kalimat ini. Engkau menyuruhku untuk mengamalkannya. Dan Engkau menjanjikan surga kepadaku dengannya. Ketahuilah bahwa aku membawa kabar gembira untuk kalian. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji.”

          Lalu beliau bersabda,”Ketahuilah bahwa aku membawa kabar gembira untuk kalian. Sesungguhnya Allah telah memberi ampun kepada kalian.” (Hadis Riwayat Ahmad)

          Pembaiatan secara individu
          Baiat ini terjadi ketika Ali bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku jalan yang paling dekat menuju Allah, yang paling mudah untuk beribadah kepada-Nya, dan paling utama di sisi-Nya.”

          Lalu Rasulullah menjawab agar Ali melanggengkan zikir kepada Allah secara rahasia dan terang-terangan. Ali meresponsnya dengan mengatakan bahwa semua orang melakukan zikir dan dia berharap diberi zikir khusus.

          “Hal paling utama dari apa yang aku ucapkan dan para nabi sebelum aku adalah kalimat La ilaha illallah,” demikian jawab Rasulullah.

          Seandainya langit dan kalimat ini ditimbang, kata Rasul, maka kalimat ini lebih berat daripada langit. Kiamat tidak terjadi selama di bumi masih ada orang yang mengucapkan kalimat itu.

          Ali bertanya kembali, bagaimana mengucapkannya. Rasul menjawab,”Pejamkanlah kedua matamu dan dengarkanlah aku: La ilaha illallah, diucapkan tiga kali. Ucapkanlah tiga kali kalimat itu dan aku mendengarkannya.”

          Ali mengucapkannya dengan lantang. (Hadis Riwayat Thabrani)

          Demikian Mbak Fatimah. Saya setuju dan terpesona juga dengan kalimat yang Mbak tuliskan di atas:
          ” Bagaimana Islam mementingkan kedamaian, keharmonian dan kesejahteraan sejagat ketika melaksanakan maslahat dalam peperangan.”

          Salam hangat selalu dari Indonesia ^_^.

          Untuk jawaban ke-1 dan ke-2 bisa Mbak baca di link ini: http://muxlimo.blogspot.com/2011/03/with-roland-urban-about-tawheed-and.html heheheh :D take Your time saja, ya Mbak. Kapan pun ke blog saya, siapa pun akan diterima dengan hormat dan hangat. InsyaAllah. ^_^

          *kebetulan saya juga belakangan ini agak sibuk dan kurang sehat badan. Jadi seminggu ini blog saya terbengkalai tanpa tuannya..ahaks! :D

          • Eyangkung April 23, 2011 at 6:01 pm #

            Mbak Siti dan mas Mux,

            Wah semakin rancu ini! Istilah jasad sesuai Kamus Bahasa Indonesia adalah:1. barang apa yang berwujud; 2. tubuh. Apakah istilah jasad menurut mas Mux ada batasan lain? Istilah:… jasadnya disiksa oleh para malaikat sambil ruhnya menyaksikan dan ikut merasakan….. Jasad sebagai tubuh/raga setelah manusia mati seluruh bagian jaringan sel daging akan hancur tidak sampai setahun. yang tahan lama ialah bagian tulang bisa juga menjadi fosiel tetapi tetap dibatasi waktu.

            Mbak Siti mengatakan: Untuk kehidupan kekal di akhirat…. Itu kehidupan roh (non jasad) atau kehidupan jasad dan roh pada posisi kebangkitan bada pada hari kiamat??

            Mengenai kekalkah kehidupan kita di akhirat itu? Tidak kekal. Karena hanya Allah yang Kekal.

            Lalu bagaimana akhir dari kehidupan akhirat kita itu nanti? jawabannya adalah Hanya Allah yang tahu.
            Saya berpikir kehidupan kekal diakhirat untuk manusia itu berbeda dengan kekal-Nya Tuhan. Mungkin bisa disebut kekalnya roh manusia di akhirat itu kekal NISBI dan Tuhan yang kekal adalah kekal MUTLAK. Tentu timbul pertanyaa lanjut mengenai kriteria masing2 kekal tadi. Mari kita jadikan PR bersama.

            Kalau kita renungkan masalah semacam ini timbul kesadaran betapa terbatasnya otak/akal kiemampuan pikir manusia. Akhirnya semakin menimbulkan kekaguman yan luar biasa atas Tuhan dan karya2-Nya

            • SITI FATIMAH AHMAD April 28, 2011 at 4:16 pm #

              Salam buat Eyangkung dihormati…

              Iya… Allah Maha Mengetahui. Allah Yang Maha Kekal.

              Saya bersetuju dengan penjelasan dari akhi Muxlimo tetapi ingin memberi sedikit pembetulan yang berhubung dengan kenyataan berikut:

              “Catatan: tubuh/jasad ini adalah jasad/tubuh yang sama dengan yang ada pada kita sekarang. Masih tubuh itu-itu juga. Tidak dibuatkan tubuh yang baru, hanya dikembalikan ke keadaan semulanya.”

              Berdasarkan kepada hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Thabrani bahawa Hasan al-Bashri melapor, yang bermaksud:

              “Seorang perempuan yang sudah renta mendatangi Rasulullah saw seraya berkata: “Wahai Rasulullah, doakanlah agar saya dapat masuk syurga.” Beliau saw menjawab: “Wahai Ummu Fulan, syurga tidak dihuni oleh perempuan yang sudah renta.” Mendengar hal itu, perempuan itu segera bergegas sambil menangis. Maka Rasulullah saw berkata: “Beritahukan kepada perempuan itu bahawa is tidak akan masuk syurga dalam keadaan renta. Allah berfirman: “Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya.” -surah al-Waaqi’ah: ayat 35-37.

              Menurut penjelasan lain bahawa manusia di alam akhirat semuanya sebaya umur iaitu 33 tahun. Keadaan jasad mereka diperbaharui dengan yang lebih baik dari jasad di dunia sesuai dengan sifat alam akhirat yang kekal abadi. Wallahu’alaam.

              Mudahan penjelasan sedikit ini bisa memberi kegembiraan buat kita untuk lebih melakukan amal ibadah sebagai bekal ke akhirat kelak.

              Salam mesra selalu dari saya. :D

          • SITI FATIMAH AHMAD April 28, 2011 at 4:09 pm #

            Wa’alaikum salaam wr.wb, akhi Muxlimo…

            Alhamdulillah, penjelasan yang panjang lebar dan difahami menurut maklumat yang mas perolehi. Terima kasih kerana bersusah payah menjelaskannya di sini. Saya rasa terharu atas kebaikan mas Muxlimo untuk menjawab persoalan yang saya kemukakan di blog mas.

            Jawaban kepada soalan saya terdahulu sudah saya baca lebih dahulu sebelum mas menulis di sini. :D

            Dalam kesibukan, tetap berusaha memenuhi permintaan jawaban yang tentunya menghabiskan sedikit ruang waktu untuk mencari jawaban yang mestinya perlukan panduan yang jelas dan tidak menyasar dari maksud sebenar.

            Semoga Allah merahmati usaha mas tersebut. Mudahan kesibukannya tidak menghalang untuk bersilaturahmi lagi kemari. Saya senang dan berharap akan menerima sapaan yang berhikmah.

            Salam mesra selalu buat sahabat yang baik hati. :D

  6. ayomendidik April 12, 2011 at 9:16 pm #

    demi masa, semua pasti akan ditanyakan ya bun?
    setiap seperseribu detik juga jadi pertanyaan atas perbuatan kita
    so, masa tidak akan kembali yuk perpebaiki tiap masa kita
    …………………..
    untuk dik fika ada di http://bchree.wordpress.com/2011/04/12/dik-fika-tidur-di-depan-rumah-sakit/
    terima kasih bunda

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 1:49 pm #

      Hargai masa yang selamanya kita miliki kini. Tiada lagi masa lalu yang membantu untuk menambah kredit masa depan yang semakin berkurang umurnya. Semakin beranjak umur kita semakin berkurang waktu yang diperuntukkan.

      Oleh itu, gunakanlah baki hidup yang pendek ini untuk berbakti dan menabur jasa. Dengancara demikian kehidupan di dunia tidak jadi sia-sia kerana ada bukti sebagai bekal untuk kejayaan akhirat sana.

      Mudahan dik Fika selamat dioperasikan. Mari kita doakan bersama-sama.

      Terima kasih kembali untuk hadirnya.
      Salam mesra. :D

  7. wits April 12, 2011 at 9:43 pm #

    setuju bunda, inget 5 perkara sebelum 5 perkara!
    dunia ini memang indah, tp bila salah memetik keindahannya maka kita akan merugi, karena dunia ini fana. cepat ataupun lambat kematian pasti akan menjemput. Maka akan merugi bila kita terlena dengan dunia tanpa pernah mempersiapakn bekal menghadap-nya.

    semoga kita semua bisa menjadi hamba allah yang bisa memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, amin.

    salam bunda:)

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 1:56 pm #

      Hai Wits comel…

      Setiap nikmat yang diberi Allah, tiada satupun yang sia-sia. Bagaimana kita menggunakan segala nikmat tersebut akan menjadi tanggungjawab untuk dibentangkan di hadapan Allah swt.

      Untung rugi kehidupan akhirat bergantung kepada baik buruk amalan yang dilakukan di dunia. Maka, gunakan segala kesempatan yang ada untuk meraih sebanyak mana amalan untuk bekalan akhirat.

      Amiiin.. mudahan kita jadi hamba Allah yang hebat dan berjaya.

      Terima kasih Wits untuk kongsian yang mencerahkan.
      Salam sayang selalu. :D

  8. tiara April 12, 2011 at 10:20 pm #

    assalamualaikum cikgu ct (boleh saya panggil cikgu saja ye?)

    orang kata.. kerja jangan bertangguh kerana masa tidak
    akan menunggu kita.. jika sudah terlepas.. masa tidak boleh diputar kembali..

    maaf.. saya tidak pandai memberi ulasan atau komen yang bermutu… sekadar memeriahkan ruangan ini saja.. hehe

    salam mesra..

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 2:04 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Tiara…

      Silakan, Cikgu CT pun saya terima dengan senang hati. :D

      Saya sangat terkesan dengan kata-kata:

      “jangan bertangguh kerana masa tidak menunggu kita.”

      Mudahan kita semua akan selalu melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita sesuai dengan kemampuan dan masa yang diberi tanpa kompromi untuk berulang buat kali kedua.

      Apapun komentar yang mengisi ruang blog saya semuanya bermutu dan saya amat hargai.

      Terima kasih kembali Tiara kerana betah mencoret lagi di sini. Semoga sukses selalu.

      Salam mesra kembali. :D

  9. yuni80 April 13, 2011 at 4:32 am #

    Bener banget Bunda… Demi Masa… Manusia hidup d dunia hanya untuk singgah sementara… ;)

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 2:46 pm #

      Iya mbak Yuni…

      Dunia adalah ibarat sebuah pentas dan manusia pula adalah para pelakon yang memegang peran masing2. Semuanya harus bertanggungjawab kepada peran yang dimainkan.

      Terima kasih mbak sudah bercoretan.
      Salam manis. :D

  10. dhedhi April 13, 2011 at 7:23 am #

    subhanallah…
    ya, sepakat…
    masa harus kita hargai. kita harus persiapkan bekal kita nanti sebaik2nya… tentu dengan menghargai masa :)

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 2:56 pm #

      Sepakat dengan Dhedhi…
      Hargai masa maka masa akan bersahabat dengan kita.
      Masa adalah emas yang sangat berbilai tinggi.

      Salam harmoni. :D

  11. jumialely April 13, 2011 at 8:44 am #

    Dream/Mimpi, adalah sebuah awal untuk mencapai satu kemungkinan dalam setiap masa.

    bunda siti, terima kasih untuk catatan masa nya, sungguh hidup saya benar terdekat adalah dengan masa, awal dan akhir adalah masa saya

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 2:59 pm #

      Senang mendapat sapaan mbak Jumialely lagi. :D

      Beruntung bagi mereka yang tahu menghargai masa. Tidak ada hal yang sia-sia bisa berlaku jika masanya dimanfaatkan dengan baik.

      Mudahan mbak selalu sehat dan sukses.

  12. assalaamu’alaikum Bunda!!!

    membaca tulisan bunda ttg masa (walau pun agak kurang mudeng bahasanya hehehe…..) jadi inget sama lagu “demi masa” dari raihan!

    terima kasih bunda atas ulasannya yang sangat menarik :-)

    salam komodo dari bandung
    Newport Beach Houses | Newport Beach Houses

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 3:05 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, mas Argun…

      Demikianlah masa memberi kesedaran kepada kita. Maka jangan disia-siakan setiap peluang yang ada di depan mata untuk meraih setiap kejayaan yang diimpikan.

      Terima kasih atas apresiasinya.
      Salam mesra. :D

  13. Firaun NgebLoG April 13, 2011 at 9:50 am #

    oh bunda….
    komen saya kena spam :’( huks… huks… huks…

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 3:08 pm #

      Usah nangis, Argun.
      Sudah saya keluarkan dari taman larangan saya. :D
      Lain kali jangan mahu masuk ke sana lagi.

  14. dhila13 April 13, 2011 at 11:02 am #

    ibu fatimah apa kabar?

    salam.. ;)

    • SITI FATIMAH AHMAD April 13, 2011 at 3:09 pm #

      Hai Dhila13…

      Alhamdulillah, saya sehat.
      Didoakan Dhila13 demikian juga.

      Salam manis. :D

  15. Mabruri Sirampog April 13, 2011 at 3:56 pm #

    Assalamu’alaikum bunda…
    senang sekali bisa diingetin sama bunda dengan waktu ini. Dunia hanya sementara, dan kita harus sebaik2 mungkin bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk mencari keridhoanNya. Oleh karenanya supaya kita tidak termasuk golongan orang yang merugi, alangkah baiknya jika diantara kita untuk saling nasehat-menasehati dan mengingatkan dalam kebenaran dan ketakwaan.
    Makasih bunda….

    • SITI FATIMAH AHMAD April 14, 2011 at 1:52 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Mabruri…

      Alhamdulillah, mudahan kita selalu saling berpesan untuk kebaikan dan kebenaran. Dunia sebagai landasan untuk menanam benih ilmu bagi menunaskan ibadah. Semua hasilnya nanti bisa dituai di kampung akhirat. Oleh itu, benih2 kebaikan harus dikongsi bersama agar tidak tersasar dari jalan ajaran Islam yang benar.

      Sama-sama kembali Mabruri. Mudahan memperolehi manfaat dari apa yang disajikan. Amiin.

      Salam mesra. :D

  16. masyhury April 13, 2011 at 4:59 pm #

    Assalamu alaikum bunda..
    Demi massa, sesungguhnya setiap waktu yang kita punya akan di pertanggung jawabkan. hmmm… :D
    Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mengisi waktu dengan kebaikan ya bunda. Amin..

    Salam semangat dari Medan,, :D

    • SITI FATIMAH AHMAD April 14, 2011 at 1:54 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Masyhury…

      Benar, semua kita akan bertanggungjawab atas amanah yang diberikan Allah terutama tugas kita sebagai khalifatullah fil ardh.

      Amiin… Ya Rahmaan Ya Rahiim. Tiada waktu yang sia-sia bagi kita melainkan semuanyan terisi dengan amal dan ibadah yang baik dan bermanfaat.

      Terima kasih atas kongsian ideanya.
      Salam semangat kembali. :D

  17. Mbah Jiwo April 13, 2011 at 10:23 pm #

    mbak fatimah gambarnya makin banyak aja…

    • SITI FATIMAH AHMAD April 14, 2011 at 1:57 pm #

      Iya bener MbahJiwo, sebagai dekorasi untuk memeriahkan majlis ilmu di blog ini. juga sebagai santapan mata dan minda buat khalayak pembaca. :D

      Terima kasih untuk kunjungannya.
      Salam ceria selalu.

  18. WARDAH F. April 14, 2011 at 9:26 am #

    Asm…

    Masa itu Emas.
    Setiap saat yg kita lalui pasti disoal oleh Allah SWT kelak.

    Last week kamek sekeluarga ke Taiping Resort temankan wife taklimat Prinsip Akaun kertas 3 SPM. Semlm jak. Alhamdullilah dpt juga sidaq ya main swmimming pool. Cdg nak naik kuda tapi tutup lak.

    Ok le kamek ada site visit tok. Kelak nulis agik.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 2:20 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Tuan Haji Faisal…

      Wah… berjalan jak-jak kitak orang di sinun. Jeles na kamek. Harap dapat juak pegi melancung bila masa mengizinkan kelak.

      Ingin nak ke Pulau Pangkor. Semalam nangar dokumentari tentang Pulau Pangkor. Wah… cantiknya laut. Ingin nak berenang di dalamnya dan snorkling juak.

      Terima kasih kerana selalu datang menjengok. Sangat dialu-alukan. Salam sayang dengan Ani dan anak2 di sinun. :D

  19. tutuko April 14, 2011 at 12:00 pm #

    bener2 bikin merinding tulisan anda. I like it. Inspiratif.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 2:22 pm #

      Alhamdulillah. Terima kasih atas penghargaan Tutuko.
      Mudahan mendapat manfaatnya.

      Salam kenal dan ceria hendaknya.

  20. dina.thea April 14, 2011 at 12:39 pm #

    bundaaa, baru berkunjung lagii neh ;) . Saya suka dengan isi nasyidnya Raihan, ingat 5 perkara sblm 5 perkara, makasih bunda artikelnya telah mengingatkan lagi untuk menggunakan waktu dgn sebaik2nya.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 2:45 pm #

      Hai Dina…

      Senang menerima sapaan dari Dina kembali. Bunda juga belum ke blog Dina. Maaf ya. Akan dikunjungan jua. :D

      Semoga kita saling ingat mengingati melalui penulisan di blog kita.

      Terima kasih Dinda.
      Salam sayang selalu. :D

  21. tunsa April 14, 2011 at 3:38 pm #

    sumpah masa itu sama dengan demi masa ya bun? dalam bahasa malaysia?

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 2:47 pm #

      Hanya mahu guna tajuk yang lain dari biasa. Biar hebat kedengarannya. :D

      Allah telah bersumpah dengan masa, Ari. “Demi Masa”.

  22. yanrmhd April 14, 2011 at 5:33 pm #

    semoga kita lebih menghargai akan masa, dimana ianya tak akan pernah mundur kembali, dan kesia-siaan didalamnya akan menjadi penyesalan seumur hidup…

    semoga kita jadi insan yang selalu memperbaiki amalan dalam mengisi masa pasti tidak akan lama…

    semangat! do the best… ;)

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 9:49 pm #

      Hai Muhammad…

      Masa menentukan untung dan rugi manusia dalam menanggani kehidupannya. Sesaat yang berlalu memberi erti besar kepada kemenjadian insan untuk meraih sesuatu yang berharga dalam hidupnya.

      Maka jangan menunggu waktu terbaik untuk melakukan kebaikan. Masa yang sedia ada harus diguna dengan sebaik2nya kerana jika ia hilang, tidak akan ditemui lagi.Mudahan kita bisa memanfaatkan waktu kita dalam membaiki segala amalan.

      Terima kasih untuk semangatnya.
      Salam semangat kembali. :D

  23. MUXLIMO April 14, 2011 at 6:10 pm #

    Salam alaikum, Mbak Fatimah yang kaya ilmu..

    Subhanallah.. saya tercerahkan dengan kutipan yang ini:
    “Malahan Allah SWT juga bersumpah dengan nama daripada makhluk-makhluk besar dan hebat ciptaan-Nya yang lain seperti Asy-Syam (Matahari), Adh-Dhuha (cahaya waktu pagi), al-Qamar (Bulan), an-Nahaar (Siang), Al-Lail (Malam), as- Samaa’ (langit), al-Ardh (Bumi), al-Buruj (gugusan bintang) dan banyak lagi. Kenapa ?

    Ya…saya yakin anda tahu sebabnya bukan? Kerana… semua makhluk tersebut sangat relevan dengan MASA.”

    Sebuah tafsiran cermat yang benar-benar baru saya ketahui. Terima kasih atas uraian dan pengingatan yang disampaikan di sini.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 9:56 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, akhi Muxlimo…

      Alhamdulillah, mudahan selalu mendapat pencerahan dalam perkongsian bijak yang disajikan untuk membuka hati dan minda kita ke arah peningkatan ilmu yang bermanfaat.

      Ilmu pengetahuan adalah hikmah terbesar yang dikurniakan Allah kepada manusia untuk menjadi bekal kepada akal di dunia ini. Ia tidak dapat dihuraikan tanpa percaya kepada kekuasaan Allah Yang Maha Mengetahui.

      Terima kasih mas untuk apresiasinya. Senang kalau apa yang disajikan bisa mencerahkan. Mudahan kita beroleh rahmat Allah swt untuk ilmu yang dikongsikan.

      Salam mesra selalu. :D

  24. guru rusydi April 14, 2011 at 10:40 pm #

    masa terlalu singkat untuk diingat-ingat. kadang memikat, ada semburat yang mengikat. tapi masa akan hilang berlalu seiring matahari yang bergerak

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 10:00 pm #

      Hai Guru Rusydi…

      Untaian kata yang menarik dan saya suka memahaminya.
      Masa tidak pernah menanti kita untuk jalan seiring dengannya. Kita yang harus mengejar masa agar ia berlalu dengan membawa kenangan bermakna dalam kronologi hidup kita.

      Salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung. :D

  25. choirunnangim April 15, 2011 at 4:12 pm #

    assalamu a’alaikum Bunda..
    sudah lama saya tidak berkunjung…
    membaca tulisan yang bernuansa motivasi seperti yang Bunda tuliskan rasanya menambah semangat bagi saya pribadi,, terima kasih Bunda CT.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 15, 2011 at 10:16 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Choirunnangim…

      Inda apa-apa kok. Silakan hadir bila-bila masa yang sesuai. Saya juga belum lagi mengunjungi Choirun di sana. Jadi seri dech. :D

      Terima kasih untuk kunjungan dan apresiasinya. Mudahan manfaat yang diperolehi bisa menambah semangat kita untuk terus beramal ibadah dan saling mengingati.

      Salam mesra.

      • choirunnangim April 22, 2011 at 7:28 am #

        terima kasih Bunfda Ct atas permakluman yang diberikan..
        bagi saya bunda adalah menjadi guru, teman, Kaka bahkan sebagai orangtua kandung diri saya..
        karena bagi saya kita adalah sama..
        Allh swt hanya melihat nilai taqwa yang ada..
        maka dari itu dengan berteman dan bersilaturahmi dengan Bunda CTku, nilai ketaqwaaanku dapat lebih baik..
        makasi Bundaku

        • SITI FATIMAH AHMAD April 22, 2011 at 1:22 pm #

          Subhanallah, sungguh terharu membaca tulisan Choirun yang bersangka baik dengan saya. Alhamdulillah. Semoga Allah selalu memudahkan silaturahmi yang dijalin untuk mencapai kebaikan dan manfaat untuk menuju redha-Nya.

          Saya senang dengan tanggapan Choirun dan menghargainya. Choirun tentu sekali seorang anak yang soleh dan berbangga sekali orang tua memiliki anak seperti Choirun.

          Terima kasih kembali.:D
          Salam mesra dan ceria selalu.

  26. kangmartho April 16, 2011 at 1:33 am #

    Assalamu’alaikum Bunda…
    Semoga kita senantiasa menjadi ummat yang dapat besyukur atas masa yg di berikan Allah SWT dan mampu memanfaatkanya dengan amal kebajikan Amieen…
    mengutip sabda Rasulullah : “Berbahagialah hidup di dunia bagi orang yang mengumpul kebajikan untuk bekalan hari akhiratnya, sehingga dia memperoleh reda Tuhannya. Dan celakalah hidup di dunia bagi orang yang dipengaruhi oleh dunia, hingga dia terhalang daripada (mengerjakan) amalan untuk akhiratnya, dan lalai untuk memperoleh reda Tuhannya.” Hadis riwayat al-Hakim.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 16, 2011 at 11:26 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, KangMartho…

      Alhamdulillah, senang mendapat kongsian hadis yang mencerahkan jiwa dari KangMartho.

      Semoga kita bisa menghargai setiap masa yang dikurniakan Allah untuk kita menjalani kehidupan dengan menabur jasa dan mengumpul amal sebanyak mungkin sebelum kubur kata mari, rumah kata pergi.

      Terima kasih kerana betah kemari. Saya sangat menghargainya.

      Selamat berlibur.

  27. Newport Beach Houses April 16, 2011 at 11:09 am #

    Assalaamu’alaikum bunda….
    mohon ijin numpang lewat yach…
    harap jangan ditilang ke kamar larangan,
    makasih :-)

    • SITI FATIMAH AHMAD April 16, 2011 at 11:35 pm #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, mas Argun…

      Silakan, dengan senang hatinya dilewati. :D
      Alhamdulillah, ternyata selamat mas.
      Pasti sudah baca doanya, maka selamat nih. :D

      Terima kasih ya mahu singgah lagi. Saya masih sibuk untuk BW. Hanya bisa balas komentar aja.

      Salam mesra selalu.

  28. abuikhwan April 16, 2011 at 2:22 pm #

    Alhamdulillah, mendapat pencerahan dari tulisan ummi. Semoga kita sentiasa ada masa dengan Allah, sebagaimana Dia sentiasa meluangkan masa untuk mendengar rintihan kita…

    • SITI FATIMAH AHMAD April 16, 2011 at 11:38 pm #

      Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungan AbuIkhwan sekali lagi. Saya senang dan mengalu-alukan.

      Amiin.. Mudahan demikianlah sifat seorang hamba kepada Tuhannya. Jangan pernah mahu berpaling dari-Nya kerana Allah selalu ada masa untuk kita. Hanya manusia sahaja yang lupa diri. Allahu Akbar. Saya jadi terharu pula.

      Salam mesra selalu. :D

  29. mamah Aline April 17, 2011 at 7:08 am #

    maafkan saya yang lama tak berkunjung karena kesibukan lain ummi siti…
    tidak semata- mata Allah SWT menurunkan surat al-ashr ini hanya untuk dibaca tapi untuk difahami maknanya bahwa masa atau waktu senantiasa bergulir untuk semua makhluk ciptaan yang fana.

    • SITI FATIMAH AHMAD April 17, 2011 at 11:54 am #

      Hai Mamah Aline…

      Justeru saya juga harus memohon maaf, mbak. Saya juga jarang menyapa mbak di sana. Jadi terharu kerana masih diingati. ;(

      Al-Qur’an adalahh kitab kemahiran berfikir secara kreatif dan kritis untuk difikirkan oleh manusia setiapm kandungannya sebagai panduan dan petuntuk dari kesesatan dan kegelapan. Ia memberi cahaya dan kebahagiaan dalam mencari kerdhaan Allah swt.

      Mari kita bersama menghargai setiap masa yang dihadirkan sebelum nafas ini berhenti dengusannya dan jantung berhenti detaknya.

      Terima kasih mbak.
      Salam sayang dari saya. :D

  30. bintangzohra April 20, 2011 at 4:31 pm #

    dan jangan lupa…
    satu hari nanti semuanya akan musnah, adakah kita dapat membawa segala yang kita miliki dan kita banggakan selama ini???
    famous quote – yesterday was a history, tomorrow is a mystery and today is a ‘gift’ present
    I add some – and someday, sometimes never come!

    Assalamualaikum wr wb, Fatimah
    Semuga sehat dan sejahtera di samping keluarga.

    Salam dari jauh, bintangsohra

    • SITI FATIMAH AHMAD April 20, 2011 at 9:31 pm #

      Wa’alaikum salaam sabahatku, Zohra…

      Alhamdulillah, saya sehat bersama keluarga. Didoakan Zohra juga demikian hendaknya di Singapura. :D

      Terima kasih ya, pesanan tambahan yang mencerahkan minda dan menjernihkan jiwa.

      Tiada kebanggaan dunia yang bisa dibawa mati kerana hanya amal ibadah yang mampu mempertahankan diri kita di sana.

      Salam sayang dan manis selalu. :D

  31. achoey el haris April 22, 2011 at 10:57 am #

    Assalamualaikum bunda

    pagi ini ananda menyapamu di sini :)

    • SITI FATIMAH AHMAD April 22, 2011 at 1:15 pm #

      Wa’alaikum salaam nanda Achoey…

      Senang menerima sapaan Achoey.
      Terima kasih ya, bunda gembira sekali.
      Semoga bahagia selalu. :D

  32. Ibnu Syarif Hidayat April 22, 2011 at 4:15 pm #

    Assalamu’alaikum, makasih bunda sudah diingatkan. Mudah2an setiap langkah yang kita lakukan adalah langkah yang bermanfaat

    • SITI FATIMAH AHMAD April 24, 2011 at 6:50 am #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Ibnu Syarif Hidayat…

      Terima kasih kembali untuk ingatan yang bermanfaat. Kunjungan Ibnu Syarif dialukan dengan gembiranya.

      Salam ceria.

  33. Mimpi Siang Bolong April 23, 2011 at 4:56 pm #

    Sangat inspiratif tentang masa dan waktu. Saya punya tulisan juga ttg ini, semoga Ibu berkenan membacanya:

    http://baguserek.blogspot.com/2011/04/bank-waktu.html
    http://baguserek.blogspot.com/2011/02/lantasdi-manakah-aku-berada.html

    Mohon komentar dan koreksinya. Salam takzim

    • SITI FATIMAH AHMAD April 24, 2011 at 9:23 am #

      Waktu dan masa selalu membuat kita berfikir tentangnya. Menulis berkaitan keduanya memberi kita peluang untuk berdekatan dengan penciptanya.

      Iya… akan diusahakan ke sana dalam masa terdekat ini. Mudahan dapat menulis di blogspot.
      Terima kasih Bagus untuk hadir dan maklumannya.

      Salam mesra. :D

  34. Azzahra June 2, 2011 at 9:29 am #

    Salah satu surah yang saya sering melafalkannya, karena saya mengagumi isi terjemahannya.

    Singkat namun padat makna tentang masa / waktu yang tidak akan pernah kembali jika kita tidak memanfaatkannya secara baik..

    • SITI FATIMAH AHMAD June 12, 2011 at 11:45 am #

      Hai Azzahra…

      Masa adalah detik waktu yang mengandungi segala rencah peristiwa manusia sedari lahir hingga ke penghujung nyawa. Maka, hargailah ia selagi nafas ini masih berdetak dengan denyutan jantung yang menderas degubnya.

      Oleh itu, mozaik-mozaik kehidupan yang belum sempurna bentuknya harus diusaikan sebelum detik masa berhenti tepat pada masanya yang tidak diketahui janji yang tersurat di azali lagi.

      Semoga sukses mengejar segala impian dengan sisa masa yang masih ada.
      Terima kasih untuk sapaannya.

      Salam mesra di penghujung pekan. :D

  35. citromduro June 7, 2011 at 12:29 pm #

    Assalamualaikum Wr. Wb
    terima kasih atas pencerahan ini bunda. Inilah hidup yang sebenarnya untuk selalu mengingat sang Pencipta

    salam dari pamekasan madura

    • SITI FATIMAH AHMAD June 12, 2011 at 11:48 am #

      Wa’alaikum salaam wr.wb, Kang CM…

      Mudahan apa yang tersaji bisa menjadi ingatan dan pesanan bersama antara kita. Saling berpesan adalah ajaran rasul yang berkehendak kita menjadi hamba Allah yang sadar diri bahawa kita tidak pernah memiliki apa-apa. Hanya untuk dipinjam buat sementara.

      Salam ceria.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 154 other followers

%d bloggers like this: