Archive | April 2016

CT384. TANAM SAYUR SENDIRI MELALUI BLOG KEBUNBANDAR.COM

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

TanamFatima1KebunBandar

*

Awal perkenalan saya dengan Blog Kebun Bandar ini adalah pada 21 April 2016 (Khamis) yang lalu ketika membaca satu artikel slot Varia di dalam akhbar Kosmo Online yang sangat menarik minat saya untuk mengetahui kandungan ceritanya. Continue reading

Advertisements

CT383. TELUR PADI, TELUR KUDA ATAU TELUR BUAYA ?

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

TPadiFatima1KudaatauBuaya

*

SINOPSIS. Untuk mengetahui apa itu TELUR PADI, silakan KLIK DI SINI. Informasi ini tidak memerlukan saya berbicara panjang tentang sejarah telur Padi. 😀 Continue reading

CT382. RESEPI SAMBAL TEMPE GORENG RANGUP

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

TempeFatima1GorengRangup

*

MENU BERBUKA PUASA

Tak tahu apa yang hendak dimasak untuk berbuka puasa sunat Khamis (hari khamis) yang lalu membuat saya memerah ingatan apa lagi makanan mentah yang ada di dalam peti sejuk (refrigerator). Continue reading

CT381. KISAH DI MASJIDIL HARAM (6): MIEKE SOVIA AUSTIN DAN HADIAH DARI LANGIT

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

MiekeFatima1HadiahAlQuran

*

Pertemuan dengan Mieke Sovia Austin berlaku pada hari yang sama dengan ibu tua dari Pakistan yang sudah saya tulis dalam episod CT380. KMH(5): SEJADAH KECIL, IBU TUA DAN SEPULUH RIYAL SAUDI yang lalu.

Saya melihat jam tangan yang sedang menunjukkan pukul 5.05 petang, saat saya dan SPH sampai ke pintu masuk n0. 76.  Kami terus menaiki tangga ke tingkat 2. Suasana di dalam ruang bangunan baru Al-Malik Fahd ini sangat selesa. Continue reading

CT380. KISAH DI MASJIDIL HARAM (5): SEJADAH KECIL, IBU TUA DAN SEPULUH RIYAL SAUDI

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

SejadahFatima1IbuTuaSepuluhRiyalSaudi

*

TETAMU BUAT SEJADAH KECILKU

Seperti waktu-waktu sepertiga malam yang lain, saya dan SPH sudah menapak diri di Masjidil Haram pada jam 4.00 pagi. Saya berjalan beriringan bersama SPH memasuki pintu no. 76 di tingkat 2.

Setelah itu kami berpisah mencari saf masing-masing. Hanya telefon bimbit Nokia yang menjadi penghubung untuk bertemu kembali seusai solat Subuh. Biasanya kami akan duduk bersama untuk membaca al-Quran. Continue reading